"Be who you are, and say what you feel, Because those who mind don't matter, and those who matter don't mind" - Dr. Seuss
Siang di Jogja, dan ini panas.
Matahari juga laksana mesin penghangat tubuh yg sedemikian tajam. Menusuk dan menghujam. Panas dan gerah. Di luar dan di dalam. Terjaga pun tak dapat dilawan.
Ini panas..yang belum juga diam.
Manusia.
Masing-masing unik. Masing-masing suka mengusik. Dan manusia tidak suka tinggal diam..
Ya..terlahir dengan segala keterlengkapan yang minim. Keluasan yang terbatas. Kebebasan yang mengikat. Kedamaian yang terusik.
Riuh, yang masih juga belum diam.
Belum ada 2 x 24 jam yg lalu, kedua teman absurd sy yg selalu bimbang ini mencetuskan satu pokok permasalahan yg sy alami. "Paranoid Symptom", atau gejala paranoid. Kecemasan berlebihan. Berlebihan karna sudah tidak sesuai porsi. Mending2 kecemasan itu beralasan kuat. Ini cuma gara2 omongan orang. Ga penting dari segala yang ga penting. Kenapa?
Okey, sy cewe, usia 27, dan punya pasangan lebih muda beberapa taun. Well? Biasa aja kan? Harusnya. Cuman, (menurut sifat berlebihan saya,) ternyata ada beberapa pasang mata dan telinga (entah berapa hati, haha) yg menganggap tidak juga sebagaimana biasa. Tentu, kaitannya erat sama macem2 hal. Dari hal kecil yg dateng dalam diri sendiri, sampe hal2 yang (katanya) besar, yang datangnya dari luar. Tidak juga menjadi beban, sebenarnya.. Tp ada yg namanya ikatan dari keteraturan sistem, role play, norma, adat, aturan main, juga yang namanya setiap-orang-punya-pikirannya-sendiri-sendiri, yang tidak bisa dikontrol.
Manifestasinya macam-macam. Mulai dari omongan dan tingkah laku, sampai dengan tatapan yang tajam, hingga sedikit saja ada lirikan dengan porsi yang "berlebih", kadang memiliki artinya yang lain. Lain dengan apa yang kita harapkan. Dan tidak sedikit, hal itu mampu mengecewakan, bikin down, bikin kita ga punya daya untuk melawan rasa "duh...kok gitu sih...". Lalu panik, takut akan judgement dari manusia, yang notabene kita semua adalah sama. So ?
Well, that's life..
Itulah kehidupan, saudara-saudara. Suka atau tidak. It happens all the time.
Tapi satu yang pasti. Kita tidak makan dari omongan mereka. Apapun yang terjadi dalam hidup kita sampai detik ini bisa bersapa, mengkayakan batin kita masing2. Dan itu kelemahan orang lain, karena mereka tidak tau, karena mereka tidak mengalami apa yang kita alami.
And that's it.
Live it as you were, because you are very special. ;)
- lightshadow -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar